Categories: news

Bandung Selatan dikenal sebagai salah satu kawasan dengan potensi wisata alam dan sejarah yang kuat. Di tengah meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi berbasis edukasi dan pengalaman, kebutuhan akan penyajian informasi yang menarik, mudah diakses, dan relevan menjadi semakin penting. Transformasi digital pun menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan daya tarik dan kualitas pengelolaan destinasi wisata, khususnya pada situs-situs bersejarah.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom melalui Program Studi D3 Teknologi Komputer melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dengan mengusung konsep smart tourism di kawasan wisata sejarah Goa Belanda, Gunung Puntang. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih interaktif dan informatif melalui pemanfaatan teknologi digital, tanpa mengesampingkan aspek pelestarian lingkungan dan nilai sejarah kawasan.

Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, program Abdimas ini tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga pada upaya menjembatani kebutuhan pengelola wisata dengan perkembangan teknologi informasi. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan wisata yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan selaras dengan karakteristik lokal Goa Belanda sebagai destinasi wisata sejarah.

Program ini kemudian diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi Beacon Bluetooth Low Energy (BLE) sebagai media penyampaian informasi sejarah yang modern dan kontekstual, sekaligus menjadi langkah awal dalam pengembangan ekosistem smart tourism di kawasan Gunung Puntang.

Teknologi Digital untuk Menghidupkan Nilai Sejarah

Sebagai situs peninggalan kolonial, Goa Belanda menyimpan nilai historis yang tinggi. Namun, keterbatasan media informasi di lokasi membuat pengalaman wisata belum optimal, terutama bagi pengunjung yang ingin memahami konteks sejarah secara mendalam.

Melalui program Abdimas ini, tim Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom merancang sistem berbasis beacon BLE yang mampu mengirimkan konten digital langsung ke perangkat seluler wisatawan. Informasi yang disajikan meliputi teks penjelasan sejarah, visual pendukung, hingga audio narasi yang muncul secara otomatis saat pengunjung berada di titik tertentu di dalam kawasan wisata.

Pendekatan ini memungkinkan wisatawan memperoleh informasi secara mandiri tanpa mengurangi kenyamanan dan keaslian lingkungan Goa Belanda.

Pengalaman Wisata yang Lebih Interaktif dan Berkelanjutan

Penerapan teknologi beacon BLE memungkinkan sistem berjalan tanpa koneksi internet, sehingga tetap efektif di area dengan keterbatasan sinyal. Selain itu, informasi dapat diterima secara real-time sesuai lokasi pengunjung.

Dari sisi pelestarian, pemasangan perangkat dilakukan secara strategis tanpa merusak struktur bangunan bersejarah. Digitalisasi ini juga mendukung pengelolaan wisata yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan media cetak.

Kolaborasi dengan Pengelola Wisata Gunung Puntang

Program Abdimas ini dilaksanakan secara bertahap sejak Mei hingga November 2025 dan melibatkan PT Perhutani Alam Wisata Risorsis sebagai mitra pengelola kawasan wisata Gunung Puntang. Selain instalasi perangkat, kegiatan ini juga mencakup pelatihan teknis serta berbagi pengetahuan terkait pemeliharaan sistem dan pengelolaan konten digital.

Kolaborasi ini bertujuan mendorong pengelola wisata agar mampu mengelola dan mengembangkan konsep smart tourism secara mandiri dan berkelanjutan.

Hasil Kegiatan dan Rencana Pengembangan

Puncak kegiatan ditandai dengan serah terima prototipe perangkat dan buku panduan penggunaan kepada perwakilan pengelola wisata pada Desember 2025. Evaluasi kegiatan menunjukkan respon yang sangat positif, di mana seluruh perwakilan mitra menyatakan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan dan promosi wisata Goa Belanda.

Ke depan, program ini direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi teknologi Augmented Reality (AR) serta perluasan implementasi smart tourism ke destinasi wisata lain di wilayah Bandung Selatan.

Tim Pelaksana Kegiatan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom yang terdiri atas:

  • Ketua tim: Devie Ryana Suchendra, S.T., M.T.,
  • Dosen: Periyadi S.T., M.T., dan Henry Rossi Andrian S.T., M.T.,
  • Mahasiswa: Muhammad Aulia Rifqi Zain, Mahfud Rozaki Rahman, dan tim mahasiswa Program Studi D3 Teknologi Komputer
  • Afiliasi: Center of Excellence STAS-RG, Universitas Telkom

Baca Juga: Fakultas Ilmu Terapan Telkom University Selenggarakan Sertifikasi Kompetensi Dosen dan Tendik Vokasi Tahun 2025

Published December 30, 2025
Tags:

Bagikan ini: