ADD SOME TEXT THROUGH CUSTOMIZER

Kunjungan ke Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Kunjungan ke Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada

Hari Jum’at tanggal 7 Febuari 2020, Fakultas Ilmu Terapan melakukan kunjungan ke sekolah vokasi UGM untuk melalukan studi banding kurikulum dan penyelenggaran pendidikan vokasi. Sekolah Vokasi UGM adalah Pendidikan keahlian setara dengan politeknik, yang berada di tata-kelola UGM. Berikut adalah hasil diskusi di sekolah vokasi UGM:

  1. Strategi, Permasakahan dan Solusi perubahan D3 menjadi D4 di Sekolah Vokasi UGM.
    1. D3 tidak dibuka lagi, D4 mulai dibuka dengan konsekuensi akreditasi dari 0 (C). 2 Tahun kemudian direncanakan untuk akreditasikan lagi. Pengakuan sks dari D3 yang mau lanjut ke D4: alih program dari D3 ke D4 (hanya 3 tahun saja dan hanya untuk dari D3 UGM untuk menyelamatkan mahasiwa yang ada di pipa akademik), ada kuota D4 (jika melewati syarat administrasi seperti IPK, SKL, tahun kelulusan H-3)
    2. Kunci dari D4 adalah kolaborasi dengan Industri seperti PLN, Perbankan, dsb. Supaya menaikkan daya tawar, kerjasama seperti kelas karyawan, yaitu kerjasama industri untuk tugas belajar bagi karyawan-karyawannya. Aturan kelas karyawan sama dengan kelas regular. Arahnya juga praktisi industri bisa mengajar di kelas jika bisa terserap 100% di Industri.
    3. Permasalahannya, program studi tidak pernah berhenti bekerja. Komposisi dosen disebar untuk 2 tingkat program studi: D3 10 dosen, D4 5 dosen. D3 mempunyai kepala program studi dan D4 juga mempunyai kepala program studi harus dipersiapkan. Menyelesaikan permasalahan dari luar, kemudian ke dalam secara bertahap.
    4. Harus bisa mengembangkan strategi yang bagus untuk transisi dari D3 ke D4. Perlu dukungan kepemimpinan fakultas. Level bawahan juga harus berjuang keras menggenapi 20 langkah harus ditempuh (terakhir mendapat akreditasi minimum dari BAN-PT).
    5. Proyek akhir di D4 (1 matakuliah Proyek Akhir 14 sks yang bisa di break down):
      1. Industrial based (magang + proyek akhir total 14 sks)

Syarat kelulusan semua matakuliah sudah terpenuhi pada saat pengajuan magang.

  1. Laboratorium based (di kampus mengikuti penelitian dosen berbentuk)
    1. Applied research (sesuai dengan penelitian dosen / rekan sejawat) dibimbing dosen
    2. Startup business (membuat bisnis yang disesuaikan dengan bidang keilmuan, yaitu inisiasi market) dibimbing coach, linear dengan matakuliah wajib program studi di semester awal (untuk ide awal mempelajari market), matakuliah wirausaha sudah harus ada di seluruh program studi. Ending yang diharapkan adalah riset pasar yang firm dan dibeli oleh investor. Butuh coach yang mahir dibidang kewirausahaan. Timnya terbentuk dari lintas program studi untuk menghasilkan startup mahasiswa, harus di coach dari awal semester.
    3. Masih memungkinkan mengulang matakuliah selain proyek akhir
  2. Basis pendekatan SKS dirasa kurang tepat untuk vokasi. Perlu pendekatan yang berbeda:
    1. Daya tampung dipotong (dana dari SPP adalah core business)
    2. Bukan kelas besar (kelas kecil teori 60 orang, praktek 30 orang), per program studi 60 orang. UKT D4 bisa dibuat tinggi.
  3. Batasan vokasi di Indonesia:
    1. Orientasi pendidikan Indonesia adalah Degree minded.
    2. Kebanyaan industri SME (contoh Tambang), belum IDE.
  4. Kenapa menolak MEME:
    1. Masuk dan keluar di tahun pertama (mendapatkan yang dasar-dasar) belum bisa mengimplemtasikan keilmuan program studi.
    2. Perhitungan operasional berat karena jumlah yang masuk dan keluar tidak bisa dipastikan.
    3. Yang membuat bukan orang vokasi
    4. Aturan kurikulum di Indonesia heterogen. Bagaimana rekognisi pembelajaran lampaunya? kecuali di Indonesia membuat body of curriculum sama. (20 mandatory, 20 local wisdom), belum terkait dengan statuta masing-masing Universitas.
    5. Asosiasi program studi sejenis sebagai solusi.
  5. Kemdikbud dikti sudah memberi rambu-rambu bahwa D3 akan di arahkan ke D4.
  6. D3 cenderung jadi teknisi, kalau D4 inovator, kreator, dan problem solver. Arah dari D4 adalah engineer terapan.
  7. Daya tawar D4 vokasi UGM:
    1. Raihan Medali Pkm tertinggi
    2. UKT bergeser menjadi UKT 5 dan 6
    3. Profil mahasiswa baru menjadi baik (kualitas input lebih baik dengan jumlah mahasiswa yang lebih sedikit)
    4. Roadmap PMB hanya membuka 3 kelas. Slot dinaikkan kerjasama industri. 1 kelas regular, 1 kelas industri, dan 1 kelas ekstensi.
  8. Tanggal 17 Maret 2020 di UGM, seminar nasional pendidikan tinggi vokasi 2020. Peran pemerintah dan industri dalam revitalisasi pendidikan SDM Unggul pemimpin masa depan, seperti STAN, SMK, PTN, FPTVI, dan Industri (Djarum dan Bli bli.com). Mendukung produk-produk Tel-U.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *