Fakultas Ilmu Terapan Telkom University melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) di SMK Negeri 2 Garut sebagai upaya memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pendidikan vokasi. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis di sekolah kejuruan, sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam memahami berbagai inovasi digital yang semakin relevan dengan perkembangan industri. Melalui Abdimas ini, tim akademisi memperkenalkan sejumlah teknologi yang memiliki peran penting dalam dunia modern, di antaranya Virtual Reality (VR), face recognition, serta implementasi sistem bel digital. Penerapan teknologi tersebut tidak hanya menjadi materi pembelajaran, tetapi juga memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai bagaimana industri saat ini bekerja dengan memanfaatkan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kualitas operasional.
Pengenalan Virtual Reality (VR) menjadi salah satu sesi yang paling menarik bagi siswa. Teknologi VR membantu peserta memahami bagaimana simulasi digital dapat digunakan untuk pembelajaran, pelatihan, dan visualisasi lingkungan kerja. Melalui perangkat VR, siswa dapat merasakan pengalaman interaktif yang memperkaya proses belajar, terutama dalam bidang teknik, desain, dan industri kreatif. Teknologi ini membuka wawasan baru tentang peluang karier dan aplikasi VR yang semakin meluas dalam berbagai sektor.

Selain VR, tim Abdimas juga memberikan pemahaman mendalam mengenai teknologi face recognition. Siswa diperkenalkan mekanisme kerja pengenalan wajah, mulai dari pengolahan citra, algoritma identifikasi, hingga penerapannya dalam sistem keamanan, absensi, serta manajemen data. Penjelasan ini memberi siswa gambaran konkret tentang bagaimana kecerdasan buatan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus meningkatkan literasi teknologi mereka terhadap sistem berbasis AI. Kegiatan Abdimas ini turut mencakup implementasi bel digital yang dipasang langsung di lingkungan sekolah. Bel digital ini dirancang untuk mempermudah pengaturan jadwal belajar, menghasilkan suara yang konsisten, serta menciptakan manajemen waktu yang lebih teratur. Melalui sistem otomatisasi ini, sekolah dapat menjalankan aktivitas harian dengan lebih efisien, sementara siswa dapat melihat contoh nyata pemanfaatan teknologi sederhana namun memiliki dampak signifikan terhadap operasional pendidikan.
Kehadiran rangkaian materi dan implementasi teknologi ini menjadi kesempatan bagi siswa SMK Negeri 2 Garut untuk menggali potensi, mempelajari keterampilan masa depan, serta memahami bagaimana inovasi digital dapat mendukung pengembangan diri dan karier mereka. Interaksi langsung dengan para akademisi memberikan ruang bagi siswa untuk berdiskusi, bertanya, dan memperluas wawasan mereka terhadap dunia industri yang semakin terhubung dengan teknologi.

Kegiatan Abdimas ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Ilmu Terapan Telkom University dan SMK Negeri 2 Garut. Ke depan, kerja sama ini direncanakan mencakup pendampingan akademik, pelatihan lanjutan berbasis teknologi, hingga program pengembangan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk mendukung lahirnya generasi vokasi yang unggul, berdaya saing tinggi, serta siap menghadapi tantangan era digital. Dengan penguatan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, Abdimas ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang adaptif dan relevan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern dan inspiratif bagi siswa.